Temukan 7 Manfaat Air Rebusan Bawang & Salam yang Jarang Diketahui

Rabu, 20 Agustus 2025 oleh journal

Cairan yang dihasilkan dari perebusan umbi lapis besar dan herba aromatik ini dipercaya memiliki khasiat tertentu. Proses ekstraksi melalui air mendidih melarutkan senyawa-senyawa yang terkandung dalam kedua bahan tersebut. Keyakinan akan efek positifnya didasarkan pada kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang mungkin lepas selama proses perebusan, yang kemudian dikonsumsi sebagai minuman.

"Meskipun banyak klaim mengenai khasiat kesehatan minuman ini, penting untuk diingat bahwa penelitian ilmiah yang mendalam masih sangat terbatas. Konsumsi berlebihan tanpa dasar medis yang kuat berpotensi menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan," ujar dr. Amelia Kartika, seorang ahli gizi klinis dari Rumah Sakit Universitas Indonesia.

Temukan 7 Manfaat Air Rebusan Bawang & Salam yang Jarang Diketahui

dr. Amelia Kartika

Minuman yang dihasilkan dari merebus bawang bombay dan daun salam ini memang mengandung beberapa senyawa yang berpotensi bermanfaat. Bawang bombay kaya akan quercetin, sebuah antioksidan yang dapat membantu melawan peradangan. Sementara daun salam mengandung senyawa seperti eugenol dan asam laurat yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi.

Meskipun demikian, konsentrasi senyawa-senyawa ini dalam air rebusan mungkin tidak cukup tinggi untuk memberikan efek terapeutik yang signifikan. Efek yang dirasakan mungkin lebih disebabkan oleh efek plasebo atau hidrasi yang cukup. Lebih lanjut, beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan akibat kandungan sulfur dalam bawang bombay. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan sebelum menjadikan minuman ini sebagai bagian rutin dari diet Anda. Penggunaan sebagai pendamping pengobatan medis utama, bukan pengganti, juga perlu ditekankan.

Manfaat Air Rebusan Bawang Bombay dan Daun Salam

Air rebusan bawang bombay dan daun salam, meski belum didukung penelitian ekstensif, secara tradisional dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Klaim ini didasarkan pada kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam kedua bahan tersebut. Berikut adalah beberapa potensi manfaat yang sering dikaitkan:

  • Antioksidan
  • Antiinflamasi
  • Antibakteri
  • Menurunkan tekanan darah
  • Meredakan batuk
  • Meningkatkan imunitas
  • Melancarkan pencernaan

Manfaat-manfaat ini saling terkait. Misalnya, efek antioksidan dari quercetin dalam bawang bombay dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, mengurangi risiko peradangan. Sifat antiinflamasi daun salam dapat meredakan gejala peradangan pada saluran pernapasan, sehingga membantu meredakan batuk. Efek antibakteri dapat membantu melawan infeksi ringan. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa air rebusan ini bukanlah pengganti pengobatan medis yang terbukti efektif dan sebaiknya dikonsultasikan dengan profesional kesehatan.

Antioksidan

Senyawa antioksidan yang terdapat dalam umbi lapis besar dan dedaunan aromatik yang direbus berperan penting dalam menetralkan radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel dan memicu stres oksidatif, sebuah kondisi yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Keberadaan antioksidan dalam cairan hasil rebusan, terutama quercetin yang melimpah dalam bawang bombay, diyakini memberikan perlindungan terhadap kerusakan seluler. Mekanisme kerjanya melibatkan donasi elektron oleh antioksidan kepada radikal bebas, menstabilkannya dan mencegahnya merusak molekul penting lainnya dalam tubuh. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa jumlah antioksidan yang terekstrak ke dalam air rebusan mungkin bervariasi, tergantung pada faktor-faktor seperti durasi perebusan, kualitas bahan, dan proporsi bahan yang digunakan. Oleh karena itu, konsumsi sumber antioksidan lain dari makanan utuh tetap sangat disarankan untuk memastikan asupan yang optimal.

Antiinflamasi

Sifat antiinflamasi menjadi salah satu alasan utama mengapa rebusan dari umbi lapis dan dedaunan aromatik ini dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Peradangan kronis berperan dalam perkembangan berbagai penyakit, sehingga substansi yang mampu meredakannya memiliki nilai terapeutik potensial.

  • Kehadiran Senyawa Antiinflamasi Alami

    Bawang bombay mengandung quercetin, flavonoid dengan sifat antioksidan dan antiinflamasi yang telah diteliti. Daun salam mengandung senyawa seperti eugenol dan asam laurat, yang juga menunjukkan aktivitas antiinflamasi. Kombinasi senyawa-senyawa ini diyakini bekerja sinergis untuk mengurangi peradangan.

  • Mekanisme Aksi pada Tingkat Seluler

    Senyawa antiinflamasi dalam rebusan ini dapat bekerja dengan menghambat produksi sitokin pro-inflamasi, molekul yang memicu dan memperburuk respons peradangan. Selain itu, mereka dapat memengaruhi jalur pensinyalan seluler yang terlibat dalam regulasi peradangan, membantu menyeimbangkan respons imun.

  • Potensi Aplikasi dalam Kondisi Peradangan

    Secara tradisional, rebusan ini digunakan untuk meredakan gejala kondisi peradangan ringan seperti nyeri sendi ringan, sakit tenggorokan, dan gangguan pencernaan. Namun, penting untuk dicatat bahwa efektivitasnya dalam kondisi yang lebih serius belum terbukti secara ilmiah dan tidak boleh menggantikan pengobatan medis yang diresepkan.

  • Pertimbangan Penting dalam Konsumsi

    Meskipun memiliki potensi manfaat, konsumsi berlebihan dapat memicu efek samping, terutama bagi individu dengan sensitivitas terhadap bawang bombay atau gangguan pencernaan. Konsultasi dengan profesional kesehatan disarankan untuk menentukan apakah rebusan ini aman dan sesuai untuk kondisi kesehatan individu.

Dengan demikian, potensi efek antiinflamasi dari rebusan bawang bombay dan daun salam menjadikannya topik yang menarik, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi manfaatnya dan memahami mekanisme kerjanya secara lebih rinci. Penggunaannya sebaiknya dipertimbangkan sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan medis yang terbukti.

Antibakteri

Keberadaan sifat antibakteri dalam air rebusan umbi lapis dan dedaunan aromatik tertentu menjadi perhatian karena potensinya dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Sifat ini dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesehatan secara keseluruhan, khususnya dalam melawan infeksi ringan.

  • Senyawa Aktif dengan Aktivitas Antibakteri

    Bawang bombay mengandung senyawa seperti allicin (dalam jumlah kecil setelah perebusan) yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa jenis bakteri. Daun salam juga mengandung senyawa seperti eugenol dan tanin yang menunjukkan sifat antimikroba. Senyawa-senyawa ini dapat mengganggu fungsi seluler bakteri, menghambat pertumbuhan, atau bahkan menyebabkan kematian bakteri.

  • Mekanisme Aksi Antibakteri

    Mekanisme kerja senyawa antibakteri bervariasi. Beberapa senyawa dapat merusak membran sel bakteri, menyebabkan kebocoran dan kematian sel. Senyawa lain dapat mengganggu metabolisme bakteri, menghambat sintesis protein atau DNA yang penting untuk pertumbuhan dan reproduksi bakteri.

  • Potensi Penggunaan Tradisional

    Dalam pengobatan tradisional, air rebusan bawang bombay dan daun salam kadang digunakan untuk meredakan gejala infeksi ringan seperti sakit tenggorokan atau batuk. Sifat antibakterinya dipercaya dapat membantu melawan bakteri penyebab infeksi.

  • Keterbatasan dan Pertimbangan Penting

    Penting untuk dicatat bahwa konsentrasi senyawa antibakteri dalam air rebusan mungkin tidak cukup tinggi untuk mengatasi infeksi yang lebih serius. Air rebusan ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti antibiotik atau pengobatan medis yang diresepkan oleh dokter. Selain itu, efektivitasnya dapat bervariasi tergantung pada jenis bakteri dan kondisi kesehatan individu.

  • Penelitian Lebih Lanjut Diperlukan

    Meskipun ada bukti bahwa bawang bombay dan daun salam mengandung senyawa antibakteri, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas air rebusannya dalam melawan infeksi pada manusia. Penelitian juga diperlukan untuk menentukan dosis yang aman dan efektif, serta potensi interaksi dengan obat-obatan lain.

Dengan demikian, potensi aktivitas antibakteri dari air rebusan bawang bombay dan daun salam menjadikannya area yang menarik untuk penelitian lebih lanjut. Meskipun memiliki potensi manfaat, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggantikan pengobatan medis yang terbukti efektif.

Menurunkan Tekanan Darah

Potensi efek hipotensif (menurunkan tekanan darah) yang dikaitkan dengan konsumsi rebusan tertentu menjadi perhatian, terutama mengingat prevalensi hipertensi (tekanan darah tinggi) sebagai faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Klaim ini didasarkan pada kandungan senyawa aktif dalam bahan-bahan yang digunakan, yang diyakini dapat memengaruhi mekanisme regulasi tekanan darah dalam tubuh.

  • Quercetin dan Relaksasi Pembuluh Darah

    Bawang bombay kaya akan quercetin, sebuah flavonoid yang telah diteliti karena efeknya pada kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa quercetin dapat membantu melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga mengurangi resistensi aliran darah dan menurunkan tekanan darah. Vasodilatasi ini dapat terjadi melalui peningkatan produksi oksida nitrat (NO), sebuah molekul yang berperan penting dalam relaksasi otot polos pembuluh darah.

  • Kalium dan Keseimbangan Elektrolit

    Bawang bombay mengandung kalium, mineral penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Kalium membantu menetralkan efek natrium, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Asupan kalium yang cukup dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan ekskresi natrium melalui urin.

  • Daun Salam dan Efek Diuretik Ringan

    Daun salam secara tradisional dipercaya memiliki efek diuretik ringan, yang berarti dapat membantu meningkatkan produksi urin. Peningkatan produksi urin dapat membantu mengurangi volume darah, yang pada gilirannya dapat menurunkan tekanan darah. Namun, efek diuretik daun salam relatif lemah dan mungkin tidak memberikan efek yang signifikan pada tekanan darah pada semua orang.

  • Pentingnya Gaya Hidup Sehat

    Meskipun beberapa senyawa dalam bahan rebusan ini berpotensi menurunkan tekanan darah, penting untuk diingat bahwa efeknya mungkin bervariasi dan tidak sekuat obat antihipertensi. Perubahan gaya hidup sehat, seperti diet rendah garam, olahraga teratur, dan manajemen stres, tetap menjadi kunci utama dalam mengendalikan tekanan darah tinggi. Rebusan ini dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap, bukan pengganti, pengobatan medis yang diresepkan.

Potensi efek hipotensif dari rebusan umbi lapis dan dedaunan aromatik ini, meskipun menjanjikan, memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi efektivitasnya dan memahami mekanisme kerjanya secara lebih rinci. Individu dengan tekanan darah tinggi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi rebusan ini secara teratur, terutama jika mereka sedang mengonsumsi obat antihipertensi, untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan.

Meredakan Batuk

Klaim mengenai kemampuan cairan hasil perebusan umbi lapis besar dan dedaunan aromatik dalam meredakan batuk didasarkan pada beberapa faktor yang saling berkaitan. Pertama, kandungan senyawa antiinflamasi, terutama yang terdapat dalam daun salam, diyakini dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan. Peradangan merupakan salah satu penyebab utama batuk, terutama batuk yang disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas. Dengan meredakan peradangan, frekuensi dan intensitas batuk dapat berkurang.

Kedua, bawang bombay mengandung senyawa yang dapat bertindak sebagai ekspektoran ringan. Ekspektoran membantu mengencerkan dahak atau lendir di saluran pernapasan, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Hal ini dapat membantu membersihkan saluran pernapasan dan mengurangi iritasi yang memicu batuk. Efek ini, meskipun tidak sekuat obat ekspektoran yang diresepkan dokter, dapat memberikan bantuan sementara dalam meredakan batuk berdahak.

Ketiga, konsumsi cairan hangat secara umum dapat memberikan efek menenangkan pada tenggorokan yang meradang. Uap dari cairan hangat juga dapat membantu melembapkan saluran pernapasan, mengurangi iritasi dan rasa gatal yang memicu batuk kering. Oleh karena itu, konsumsi cairan hasil perebusan ini dapat memberikan efek plasebo dan kenyamanan yang berkontribusi pada peredaan batuk.

Namun, penting untuk ditekankan bahwa efektivitas cairan ini dalam meredakan batuk dapat bervariasi tergantung pada penyebab batuk dan kondisi kesehatan individu. Batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau kondisi medis yang lebih serius mungkin memerlukan pengobatan yang lebih spesifik. Konsultasi dengan dokter tetap diperlukan untuk diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.

Meningkatkan Imunitas

Potensi peningkatan imunitas menjadi salah satu daya tarik utama terkait konsumsi air rebusan yang melibatkan umbi lapis dan herba aromatik. Sistem kekebalan tubuh, sebagai garda pertahanan utama melawan patogen, membutuhkan nutrisi dan senyawa yang mendukung fungsinya secara optimal. Klaim ini didasarkan pada kandungan berbagai zat yang terkandung dalam kedua bahan tersebut, yang diyakini dapat berkontribusi pada penguatan sistem imun.

  • Vitamin C dan Peran Antioksidan

    Bawang bombay mengandung vitamin C, meskipun dalam jumlah yang tidak signifikan dibandingkan sumber lain. Vitamin C dikenal sebagai antioksidan kuat yang membantu melindungi sel-sel kekebalan tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat menghambat fungsi sel imun dan meningkatkan risiko infeksi. Konsumsi vitamin C, meskipun tidak secara langsung meningkatkan produksi sel imun, membantu menjaga efektivitasnya.

  • Quercetin dan Regulasi Imun

    Quercetin, flavonoid yang melimpah dalam bawang bombay, memiliki sifat imunomodulator. Beberapa penelitian in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa quercetin dapat memengaruhi aktivitas sel-sel kekebalan tubuh, seperti sel T dan sel NK (Natural Killer). Quercetin dapat membantu mengatur respons imun, mencegah reaksi berlebihan yang dapat merusak jaringan tubuh, serta meningkatkan kemampuan sel imun dalam melawan infeksi.

  • Senyawa Sulfur dan Aktivitas Antimikroba

    Bawang bombay mengandung senyawa sulfur yang, meskipun sebagian hilang selama perebusan, masih dapat memberikan kontribusi terhadap aktivitas antimikroba. Senyawa sulfur dapat membantu melawan infeksi bakteri dan virus, mengurangi beban pada sistem kekebalan tubuh. Dengan mengurangi risiko infeksi, sistem imun dapat lebih fokus pada tugas-tugas lain, seperti memantau dan menghilangkan sel-sel abnormal.

  • Efek Antiinflamasi dan Imunitas yang Seimbang

    Peradangan kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sifat antiinflamasi yang dimiliki baik bawang bombay maupun daun salam dapat membantu mengurangi peradangan kronis, sehingga memungkinkan sistem imun berfungsi lebih efisien. Keseimbangan antara respons inflamasi dan antiinflamasi penting untuk menjaga imunitas yang optimal.

  • Nutrisi Mikro dan Dukungan Umum

    Selain senyawa-senyawa spesifik yang disebutkan di atas, bawang bombay dan daun salam juga mengandung nutrisi mikro lain, seperti vitamin dan mineral, yang berperan penting dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh secara umum. Kekurangan nutrisi mikro dapat melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko infeksi.

  • Hidrasi dan Fungsi Seluler

    Konsumsi cairan, termasuk air rebusan, membantu menjaga hidrasi tubuh. Hidrasi yang cukup penting untuk fungsi seluler yang optimal, termasuk sel-sel kekebalan tubuh. Dehidrasi dapat mengganggu fungsi sel imun dan meningkatkan risiko infeksi.

Meskipun berbagai senyawa dalam bahan-bahan tersebut berpotensi mendukung sistem kekebalan tubuh, penting untuk diingat bahwa efeknya mungkin tidak signifikan jika dibandingkan dengan intervensi lain, seperti vaksinasi atau perubahan gaya hidup yang lebih mendasar. Konsumsi air rebusan ini sebaiknya dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan holistik untuk meningkatkan imunitas, yang juga mencakup diet seimbang, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan manajemen stres yang baik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitasnya dan memahami mekanisme kerjanya secara lebih rinci.

Melancarkan Pencernaan

Klaim mengenai efek positif air rebusan tersebut terhadap kelancaran proses pencernaan bersumber dari beberapa faktor yang terkait dengan komposisi bahan-bahan yang digunakan. Pertama, kandungan serat, meskipun dalam jumlah yang relatif kecil setelah proses perebusan, dapat memberikan kontribusi terhadap pergerakan usus yang lebih teratur. Serat bekerja dengan menambahkan volume pada tinja, sehingga merangsang kontraksi otot-otot usus (peristaltik) dan memfasilitasi eliminasi limbah pencernaan.

Kedua, senyawa sulfur yang terdapat dalam bawang bombay dapat merangsang produksi enzim pencernaan, seperti amilase, protease, dan lipase. Enzim-enzim ini berperan penting dalam memecah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi molekul yang lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Peningkatan produksi enzim pencernaan dapat membantu meningkatkan efisiensi proses pencernaan dan mengurangi risiko gangguan pencernaan, seperti kembung atau sembelit.

Ketiga, air rebusan itu sendiri dapat memberikan efek hidrasi yang penting bagi kelancaran pencernaan. Air membantu melunakkan tinja, sehingga lebih mudah melewati usus. Dehidrasi dapat menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan, yang dapat menyebabkan sembelit. Konsumsi cairan yang cukup, termasuk air rebusan, dapat membantu mencegah dehidrasi dan menjaga tinja tetap lunak.

Keempat, beberapa senyawa dalam daun salam, seperti tanin, memiliki sifat astringen yang dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pencernaan. Peradangan dapat mengganggu proses pencernaan dan menyebabkan berbagai masalah, seperti diare atau sindrom iritasi usus besar (IBS). Pengurangan peradangan dapat membantu memulihkan fungsi pencernaan yang normal.

Namun, penting untuk diingat bahwa efeknya terhadap kelancaran pencernaan dapat bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan individu dan sensitivitas terhadap bahan-bahan yang digunakan. Beberapa orang mungkin mengalami efek samping, seperti gangguan pencernaan atau alergi. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi disarankan sebelum mengonsumsi air rebusan ini secara teratur, terutama bagi individu dengan riwayat gangguan pencernaan.

Tips Pemanfaatan Rebusan Herbal

Pemanfaatan rebusan herbal sebagai pendamping gaya hidup sehat memerlukan pemahaman dan kehati-hatian. Informasi berikut bertujuan memberikan panduan praktis untuk memaksimalkan potensi manfaat sambil meminimalkan risiko yang mungkin timbul.

Tip 1: Perhatikan Kualitas Bahan
Pastikan bahan-bahan yang digunakan segar dan berkualitas baik. Bawang bombay sebaiknya tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan, dan daun salam sebaiknya berwarna hijau segar dan tidak kering berlebihan. Bahan-bahan yang berkualitas buruk dapat mengurangi potensi manfaat dan bahkan menimbulkan risiko kesehatan.

Tip 2: Gunakan Proporsi yang Tepat
Gunakan proporsi bahan yang seimbang. Terlalu banyak bawang bombay dapat menyebabkan rasa yang terlalu kuat dan potensi gangguan pencernaan, sementara terlalu sedikit daun salam dapat mengurangi efek aromatik dan senyawa aktif yang diinginkan. Sebagai panduan, gunakan satu buah bawang bombay ukuran sedang dan 5-7 lembar daun salam untuk setiap liter air.

Tip 3: Rebus dengan Api Kecil
Rebus bahan-bahan dengan api kecil selama 15-20 menit. Perebusan dengan api besar dapat merusak senyawa aktif yang sensitif terhadap panas. Perebusan dengan api kecil memungkinkan ekstraksi senyawa aktif secara perlahan dan optimal.

Tip 4: Saring Sebelum Dikonsumsi
Saring cairan rebusan sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan ampas bawang bombay dan daun salam. Ampas tersebut dapat terasa tidak nyaman dan sulit dicerna. Penyaringan juga membantu memastikan cairan yang dikonsumsi bersih dan bebas dari partikel yang tidak diinginkan.

Tip 5: Konsultasikan dengan Profesional Kesehatan
Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum menjadikan rebusan ini sebagai bagian rutin dari diet, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan. Profesional kesehatan dapat memberikan saran yang tepat berdasarkan kondisi individual dan potensi interaksi dengan obat-obatan.

Penerapan tips ini diharapkan dapat membantu memaksimalkan potensi manfaat rebusan herbal sebagai pendamping gaya hidup sehat. Kehati-hatian dan konsultasi dengan profesional kesehatan tetap menjadi kunci utama untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaannya.

Evidensi Ilmiah dan Studi Kasus

Hingga saat ini, belum terdapat studi kasus klinis yang dipublikasikan secara luas dan memenuhi standar metodologi ilmiah ketat yang secara spesifik meneliti efek konsumsi air rebusan dengan komposisi tersebut pada populasi manusia. Sebagian besar klaim manfaat didasarkan pada penelitian in vitro (uji laboratorium) atau in vivo (pada hewan) yang meneliti komponen individual, seperti quercetin dalam bawang bombay atau eugenol dalam daun salam. Ekstrapolasi hasil penelitian ini ke efek konsumsi air rebusan secara keseluruhan memerlukan kehati-hatian karena bioavailabilitas dan interaksi senyawa dapat berbeda dalam matriks kompleks air rebusan.

Beberapa penelitian telah meneliti efek quercetin pada tekanan darah dan fungsi endotelial. Studi-studi ini umumnya menggunakan suplemen quercetin dengan dosis yang jauh lebih tinggi daripada yang mungkin diperoleh dari konsumsi air rebusan. Selain itu, penelitian tentang efek eugenol sebagai agen antibakteri atau antiinflamasi juga dilakukan dalam konteks aplikasi topikal atau konsentrasi yang terkontrol, bukan dalam bentuk konsumsi oral sebagai air rebusan. Studi tentang efek diuretik ringan dari daun salam juga terbatas dan seringkali tidak spesifik pada air rebusan.

Terdapat pula narasi anekdot dan praktik tradisional yang mengklaim manfaat kesehatan dari konsumsi air rebusan dengan komposisi tersebut. Namun, bukti anekdot tidak dapat menggantikan bukti ilmiah yang valid. Faktor-faktor seperti efek plasebo, perubahan gaya hidup yang menyertai, atau resolusi alami dari kondisi yang mendasari dapat memengaruhi persepsi individu terhadap manfaat kesehatan. Kontrol yang cermat dan pembandingan dengan kelompok kontrol diperlukan untuk mengisolasi efek spesifik dari intervensi tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk menanggapi klaim manfaat dengan sikap kritis dan berbasis bukti. Penelitian lebih lanjut, terutama studi klinis terkontrol pada manusia, diperlukan untuk mengonfirmasi atau menolak klaim manfaat dan untuk memahami mekanisme aksi yang mendasarinya. Informasi yang tersedia saat ini tidak cukup untuk merekomendasikan konsumsi air rebusan dengan komposisi tersebut sebagai pengobatan atau pencegahan penyakit. Sebaliknya, konsumsi harus didasarkan pada pertimbangan individual dan konsultasi dengan profesional kesehatan.