Temukan 7 Manfaat Daun Mahkota Dewa yang Jarang Diketahui

Jumat, 29 Agustus 2025 oleh journal

Ekstrak dari tanaman Phaleria macrocarpa, terutama bagian folia, dipercaya memiliki khasiat terapeutik. Kandungan senyawa aktif di dalamnya diyakini memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Potensi kegunaannya meliputi membantu menjaga imunitas, berperan sebagai antioksidan, serta memberikan efek perlindungan terhadap sel-sel tubuh.

"Meskipun penelitian awal menjanjikan, masyarakat perlu berhati-hati dalam mengonsumsi ekstrak Phaleria macrocarpa. Diperlukan riset klinis yang lebih mendalam untuk memvalidasi efektivitas dan keamanannya secara komprehensif. Konsultasi dengan profesional medis sangat disarankan sebelum menggunakannya sebagai bagian dari perawatan kesehatan."

Temukan 7 Manfaat Daun Mahkota Dewa yang Jarang Diketahui

- Dr. Amelia Sari, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam.

Tanaman yang dikenal dengan sebutan "buah dewa" ini memang menjadi perbincangan hangat karena potensi manfaat kesehatannya. Beberapa studi laboratorium menunjukkan adanya kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin di dalamnya. Flavonoid dikenal sebagai antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas, sementara alkaloid berpotensi memiliki efek anti-inflamasi. Saponin, di sisi lain, dikaitkan dengan kemampuan menurunkan kadar kolesterol. Meski demikian, perlu diingat bahwa penelitian-penelitian ini masih bersifat awal dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut melalui uji klinis pada manusia. Penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, kehati-hatian dan konsultasi dengan dokter adalah kunci utama sebelum memanfaatkan potensi tanaman ini untuk tujuan kesehatan.

Manfaat Daun Mahkota Dewa

Ekstrak daun Phaleria macrocarpa menunjukkan potensi terapeutik yang beragam, meskipun memerlukan validasi ilmiah lebih lanjut. Identifikasi manfaat esensial ini krusial untuk memahami perannya dalam konteks kesehatan.

  • Antioksidan
  • Anti-inflamasi
  • Imunomodulator
  • Antikanker (potensial)
  • Hipoglikemik (potensial)
  • Menurunkan kolesterol (potensial)
  • Kardioprotektif (potensial)

Sifat antioksidan berkontribusi pada perlindungan seluler terhadap kerusakan akibat radikal bebas. Potensi anti-inflamasi dapat meredakan kondisi peradangan. Aktivitas imunomodulator berpotensi memodulasi respons imun tubuh. Penelitian awal juga meneliti potensi aktivitas antikanker, hipoglikemik (penurun kadar gula darah), penurun kolesterol, dan efek kardioprotektifnya. Namun, penting untuk dicatat bahwa efektivitas dan keamanan manfaat-manfaat ini memerlukan konfirmasi lebih lanjut melalui uji klinis yang komprehensif sebelum dapat direkomendasikan sebagai pengobatan standar.

Antioksidan dan Ekstrak Folia Phaleria macrocarpa

Keterkaitan antara aktivitas antioksidan dan ekstrak folia tanaman Phaleria macrocarpa terletak pada kandungan senyawa fitokimia yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh melalui proses oksidasi, berkontribusi pada penuaan dini, peradangan kronis, dan perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Senyawa-senyawa seperti flavonoid, yang ditemukan dalam ekstrak folia tanaman ini, memiliki kemampuan untuk menetralkan radikal bebas, sehingga melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif. Proses netralisasi ini membantu mengurangi stres oksidatif dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan. Studi in vitro dan in vivo awal menunjukkan potensi ekstrak ini dalam meningkatkan kapasitas antioksidan tubuh, namun validasi lebih lanjut melalui uji klinis pada manusia sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya secara definitif.

Anti-inflamasi

Ekstrak dari dedaunan tanaman Phaleria macrocarpa menunjukkan potensi aktivitas anti-inflamasi melalui beberapa mekanisme biologis yang mendasarinya. Peradangan merupakan respons kompleks tubuh terhadap cedera atau infeksi, yang melibatkan pelepasan berbagai mediator inflamasi seperti sitokin, prostaglandin, dan leukotrien. Senyawa-senyawa aktif yang terkandung di dalam ekstrak tersebut, termasuk flavonoid dan alkaloid, berpotensi menghambat produksi atau aktivitas mediator-mediator inflamasi ini. Selain itu, ekstrak ini mungkin memengaruhi jalur pensinyalan seluler yang terlibat dalam regulasi respons inflamasi. Beberapa studi praklinis mengindikasikan bahwa ekstrak ini dapat mengurangi infiltrasi sel-sel inflamasi ke jaringan yang meradang dan meredakan gejala-gejala peradangan. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa penelitian-penelitian ini masih dalam tahap awal dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut melalui uji klinis terkontrol pada manusia untuk menentukan efektivitas dan keamanannya secara definitif dalam mengobati kondisi-kondisi inflamasi.

Imunomodulator

Kaitan antara aktivitas imunomodulator dan ekstrak folia Phaleria macrocarpa terletak pada kemampuannya memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Sistem imun adalah jaringan kompleks sel, jaringan, dan organ yang melindungi tubuh dari serangan patogen seperti bakteri, virus, dan jamur, serta sel-sel abnormal seperti sel kanker. Imunomodulator adalah zat yang dapat memodulasi respons imun, baik dengan meningkatkan (imunostimulasi) atau menekan (imunosupresi) aktivitas sistem imun. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak folia tanaman ini, seperti flavonoid dan alkaloid, diduga berinteraksi dengan berbagai komponen sistem imun, termasuk sel-sel imun (misalnya, limfosit T dan B, sel NK, makrofag) dan sitokin (molekul pensinyalan yang mengatur komunikasi antar sel imun).

Beberapa mekanisme potensial yang mendasari aktivitas imunomodulator ekstrak ini meliputi peningkatan produksi sitokin pro-inflamasi (yang dapat membantu melawan infeksi), peningkatan aktivitas sel NK (yang berperan dalam membunuh sel kanker dan sel yang terinfeksi virus), dan modulasi diferensiasi dan aktivasi sel T dan B (yang penting untuk respons imun adaptif). Meskipun studi in vitro dan in vivo awal menunjukkan potensi imunomodulator ekstrak ini, penting untuk dicatat bahwa efeknya dapat bervariasi tergantung pada dosis, rute pemberian, dan kondisi kesehatan individu. Selain itu, belum jelas apakah ekstrak ini memiliki efek imunostimulan atau imunosupresif secara keseluruhan, dan bagaimana efek ini dapat memengaruhi berbagai kondisi imunologis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian klinis yang ketat dan terkontrol dengan baik untuk mengklarifikasi efek imunomodulator ekstrak ini pada manusia dan untuk menentukan potensi terapeutiknya dalam mengobati penyakit-penyakit yang melibatkan disregulasi imun, seperti penyakit autoimun, infeksi kronis, dan kanker.

Antikanker (potensial)

Ekstrak dari tanaman Phaleria macrocarpa, khususnya dari bagian dedaunan, menunjukkan potensi aktivitas antikanker yang menarik perhatian dalam penelitian praklinis. Potensi ini didasarkan pada keberadaan sejumlah senyawa bioaktif yang memiliki mekanisme aksi yang relevan dengan pencegahan dan pengobatan kanker. Beberapa mekanisme ini meliputi induksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker, penghambatan proliferasi (pertumbuhan dan pembelahan) sel kanker, penghambatan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru yang memasok nutrisi ke tumor), dan modulasi jalur pensinyalan seluler yang terlibat dalam perkembangan kanker.

Senyawa-senyawa seperti flavonoid, alkaloid, dan lignan yang ditemukan dalam ekstrak tersebut, telah terbukti memiliki efek sitotoksik (beracun bagi sel) terhadap berbagai jenis sel kanker dalam studi in vitro (di laboratorium). Selain itu, beberapa studi in vivo (pada hewan percobaan) menunjukkan bahwa pemberian ekstrak ini dapat menghambat pertumbuhan tumor dan metastasis (penyebaran) kanker. Namun, penting untuk ditekankan bahwa hasil-hasil ini masih bersifat awal dan memerlukan validasi lebih lanjut melalui uji klinis yang ketat pada manusia. Efektivitas dan keamanan ekstrak ini dalam mengobati kanker pada manusia belum ditetapkan secara definitif, dan penggunaannya sebagai terapi kanker tidak boleh menggantikan pengobatan standar yang telah terbukti efektif.

Mekanisme aksi antikanker yang potensial dari ekstrak ini bersifat kompleks dan multifaktorial, melibatkan interaksi dengan berbagai target molekuler dalam sel kanker. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif spesifik yang bertanggung jawab atas aktivitas antikanker, untuk memahami mekanisme aksi molekulernya secara rinci, dan untuk menentukan dosis dan jadwal pemberian yang optimal untuk mencapai efek terapeutik yang maksimal dengan efek samping minimal. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi kombinasi ekstrak ini dengan terapi kanker konvensional, seperti kemoterapi dan radioterapi, untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mengurangi resistensi obat.

Hipoglikemik (potensial)

Potensi efek hipoglikemik dari ekstrak dedaunan Phaleria macrocarpa menjadi fokus perhatian mengingat prevalensi diabetes melitus yang terus meningkat. Kemampuan suatu zat untuk menurunkan kadar glukosa darah memiliki implikasi signifikan dalam pengelolaan kondisi metabolik ini, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi efek ini secara meyakinkan.

  • Inhibisi Enzim Alfa-Glukosidase

    Ekstrak tersebut diduga mengandung senyawa yang dapat menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase. Enzim ini berperan dalam memecah karbohidrat kompleks menjadi glukosa di usus halus. Dengan menghambat enzim ini, penyerapan glukosa ke dalam aliran darah dapat diperlambat, sehingga membantu mencegah lonjakan kadar glukosa darah setelah makan. Contohnya, beberapa obat diabetes oral bekerja dengan mekanisme serupa.

  • Peningkatan Sensitivitas Insulin

    Penelitian praklinis menunjukkan bahwa ekstrak ini berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin adalah hormon yang memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Peningkatan sensitivitas insulin akan membantu sel-sel tubuh merespons insulin dengan lebih efektif, sehingga lebih banyak glukosa dapat diambil dari darah dan kadar glukosa darah dapat menurun. Resistensi insulin merupakan ciri khas diabetes tipe 2.

  • Stimulasi Sekresi Insulin

    Meskipun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa ekstrak ini mungkin memiliki efek stimulasi pada sel-sel beta pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin. Peningkatan sekresi insulin dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah, terutama setelah makan. Obat-obatan golongan sulfonilurea bekerja dengan cara serupa.

  • Pengaruh pada Jalur Pensinyalan Insulin

    Ekstrak ini berpotensi memengaruhi jalur pensinyalan insulin di dalam sel. Jalur pensinyalan insulin adalah serangkaian reaksi biokimia yang terjadi di dalam sel setelah insulin berikatan dengan reseptornya. Gangguan pada jalur ini dapat menyebabkan resistensi insulin dan hiperglikemia. Ekstrak ini mungkin mengandung senyawa yang dapat memperbaiki atau memodulasi jalur pensinyalan insulin, sehingga meningkatkan respons sel terhadap insulin.

  • Kandungan Serat dan Polifenol

    Dedaunan Phaleria macrocarpa kemungkinan mengandung serat dan polifenol, yang keduanya memiliki efek positif pada regulasi glukosa darah. Serat dapat memperlambat penyerapan glukosa, sementara polifenol dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan memiliki efek antioksidan yang dapat melindungi sel-sel beta pankreas dari kerusakan.

  • Perhatian Terhadap Interaksi Obat

    Jika ekstrak ini benar-benar memiliki efek hipoglikemik, penggunaan bersamaan dengan obat-obatan diabetes dapat meningkatkan risiko hipoglikemia (kadar glukosa darah terlalu rendah). Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan profesional medis sebelum menggunakan ekstrak ini, terutama jika sedang menjalani pengobatan diabetes.

Potensi efek hipoglikemik ini, meskipun menjanjikan, masih memerlukan validasi melalui uji klinis yang dirancang dengan baik. Efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak dedaunan Phaleria macrocarpa sebagai terapi tambahan untuk diabetes harus dievaluasi secara cermat. Pemantauan kadar glukosa darah secara teratur dan konsultasi medis yang berkelanjutan sangat penting dalam penggunaan ekstrak ini.

Menurunkan Kolesterol (Potensial)

Potensi penurunan kadar kolesterol menjadi salah satu aspek yang dieksplorasi terkait dengan kegunaan tanaman Phaleria macrocarpa. Keberadaan senyawa-senyawa tertentu di dalam tanaman ini diyakini dapat berkontribusi pada regulasi metabolisme lipid, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi efektivitasnya secara klinis.

  • Pengaruh Saponin Terhadap Absorpsi Kolesterol

    Saponin, sejenis glikosida yang ditemukan dalam tanaman Phaleria macrocarpa, memiliki kemampuan untuk mengikat kolesterol di dalam saluran pencernaan. Ikatan ini menghambat penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah, sehingga meningkatkan ekskresinya melalui feses. Mekanisme ini serupa dengan cara kerja beberapa obat penurun kolesterol yang ada di pasaran.

  • Peran Flavonoid Sebagai Antioksidan dan Anti-Inflamasi

    Flavonoid, senyawa antioksidan yang juga terdapat dalam tanaman ini, dapat melindungi lipoprotein densitas rendah (LDL) dari oksidasi. Oksidasi LDL merupakan langkah awal dalam pembentukan plak aterosklerotik di arteri, yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Selain itu, flavonoid memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan kronis yang berkontribusi pada perkembangan aterosklerosis.

  • Modulasi Enzim HMG-CoA Reductase

    Beberapa penelitian praklinis mengindikasikan bahwa ekstrak tanaman ini mungkin memiliki kemampuan untuk memodulasi aktivitas enzim HMG-CoA reductase, enzim kunci dalam sintesis kolesterol di hati. Penghambatan enzim ini akan mengurangi produksi kolesterol oleh tubuh. Mekanisme ini merupakan target utama obat-obatan statin yang umum digunakan untuk menurunkan kolesterol.

  • Efek Serat Makanan Terhadap Metabolisme Lipid

    Meskipun belum ada data spesifik mengenai kandungan serat dalam daun Phaleria macrocarpa, diasumsikan bahwa konsumsi bagian tanaman ini dapat memberikan kontribusi serat makanan. Serat makanan, terutama serat larut, dapat mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan meningkatkan ekskresinya, serta memperlambat penyerapan lemak dari makanan.

Meskipun mekanisme-mekanisme di atas menunjukkan potensi efek hipolipidemik (penurun kadar lemak) dari tanaman Phaleria macrocarpa, penting untuk diingat bahwa bukti klinis yang mendukung klaim ini masih terbatas. Diperlukan uji klinis yang terkontrol dengan baik untuk menentukan efektivitas dan keamanan penggunaan tanaman ini sebagai terapi penurun kolesterol. Pasien dengan kadar kolesterol tinggi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak mengandalkan tanaman ini sebagai satu-satunya pengobatan.

Kardioprotektif (potensial)

Kemungkinan efek protektif terhadap jantung, terkait dengan ekstrak tumbuhan Phaleria macrocarpa, menjadi area investigasi yang menjanjikan, mengingat tingginya prevalensi penyakit kardiovaskular. Klaim ini didasarkan pada potensi tumbuhan tersebut untuk memengaruhi beberapa faktor risiko yang mendasari gangguan jantung, meskipun penelitian lebih lanjut mutlak diperlukan untuk validasi klinis yang komprehensif.

  • Efek Antioksidan Terhadap Stres Oksidatif:

    Kandungan flavonoid dan senyawa antioksidan lainnya dalam tumbuhan ini berpotensi melindungi sel-sel jantung dari kerusakan akibat stres oksidatif. Stres oksidatif, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya, memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit jantung.

  • Pengaruh Anti-Inflamasi Terhadap Aterosklerosis:

    Sifat anti-inflamasi dari ekstrak tersebut berpotensi mengurangi peradangan kronis pada dinding arteri, yang merupakan faktor kunci dalam proses aterosklerosis (penumpukan plak di arteri). Dengan mengurangi peradangan, ekstrak tersebut mungkin membantu memperlambat perkembangan aterosklerosis dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

  • Potensi Penurunan Tekanan Darah:

    Beberapa penelitian praklinis mengindikasikan bahwa ekstrak tumbuhan ini dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, dan penurunan tekanan darah, bahkan sedikit, dapat memberikan manfaat kardiovaskular yang signifikan. Mekanisme penurunan tekanan darah ini mungkin melibatkan relaksasi pembuluh darah dan peningkatan ekskresi natrium.

  • Efek Hipolipidemik Terhadap Kadar Kolesterol:

    Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, tumbuhan ini berpotensi menurunkan kadar kolesterol, khususnya kolesterol LDL ("jahat"). Penurunan kadar kolesterol LDL dapat membantu mencegah pembentukan plak aterosklerotik dan mengurangi risiko penyakit jantung.

  • Peningkatan Fungsi Endotel:

    Endotel adalah lapisan sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Disfungsi endotel, yaitu gangguan kemampuan endotel untuk berfungsi dengan baik, merupakan faktor penting dalam perkembangan penyakit jantung. Ekstrak tumbuhan ini mungkin memiliki kemampuan untuk meningkatkan fungsi endotel, sehingga membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.

  • Peningkatan Aliran Darah Koroner:

    Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa ekstrak tersebut dapat meningkatkan aliran darah ke jantung (aliran darah koroner). Peningkatan aliran darah koroner dapat membantu memberikan lebih banyak oksigen dan nutrisi ke sel-sel jantung, sehingga meningkatkan fungsinya dan mengurangi risiko iskemia (kekurangan oksigen).

Meskipun mekanisme-mekanisme di atas menunjukkan potensi efek protektif terhadap jantung, penting untuk menekankan bahwa penelitian klinis yang memvalidasi efek ini pada manusia masih sangat terbatas. Penggunaan tumbuhan Phaleria macrocarpa sebagai terapi kardioprotektif tidak boleh menggantikan pengobatan standar yang telah terbukti efektif. Pasien dengan penyakit jantung atau faktor risiko penyakit jantung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak mengandalkan tumbuhan ini sebagai satu-satunya pengobatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efektivitas dan keamanan penggunaan tumbuhan ini sebagai bagian dari strategi pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskular.

Anjuran dalam Pemanfaatan Phaleria macrocarpa

Pemanfaatan ekstrak tanaman Phaleria macrocarpa memerlukan pendekatan yang hati-hati dan berdasarkan informasi yang akurat. Penggunaan yang tepat dapat memaksimalkan potensi manfaatnya, sementara penggunaan yang tidak bijak dapat menimbulkan risiko yang tidak diinginkan.

Anjuran 1: Konsultasi dengan Profesional Medis
Sebelum mengonsumsi ekstrak tanaman ini dalam bentuk apapun, konsultasi dengan dokter atau ahli herbal yang berkualifikasi sangat dianjurkan. Profesional medis dapat memberikan penilaian yang tepat mengenai kesesuaian penggunaan ekstrak ini dengan kondisi kesehatan individu, riwayat penyakit, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Anjuran 2: Perhatikan Dosis dan Cara Penggunaan
Ikuti petunjuk dosis dan cara penggunaan yang tertera pada produk ekstrak atau yang direkomendasikan oleh profesional medis. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan, karena hal ini dapat meningkatkan risiko efek samping. Perhatikan juga cara penggunaan yang tepat, seperti apakah ekstrak harus dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Anjuran 3: Perhatikan Interaksi dengan Obat Lain
Ekstrak tanaman ini berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah, obat diabetes, dan obat penurun tekanan darah. Interaksi ini dapat meningkatkan atau menurunkan efektivitas obat-obatan tersebut, atau meningkatkan risiko efek samping. Informasikan kepada dokter mengenai semua obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi sebelum menggunakan ekstrak ini.

Anjuran 4: Pilih Produk yang Berkualitas dan Terpercaya
Pastikan untuk memilih produk ekstrak yang berasal dari produsen yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Periksa label produk untuk memastikan bahwa produk tersebut telah diuji kualitasnya dan bebas dari kontaminan berbahaya. Hindari produk yang tidak memiliki informasi yang jelas mengenai komposisi dan dosis.

Anjuran 5: Pantau Efek Samping dan Reaksi Alergi
Setelah mulai mengonsumsi ekstrak tanaman ini, perhatikan dengan seksama apakah timbul efek samping atau reaksi alergi. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi gangguan pencernaan, sakit kepala, atau ruam kulit. Jika timbul efek samping yang mengganggu, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.

Pemanfaatan tanaman Phaleria macrocarpa harus dilakukan dengan bijak dan bertanggung jawab. Informasi yang akurat, konsultasi medis, dan pemilihan produk yang berkualitas merupakan kunci untuk memaksimalkan potensi manfaatnya dan meminimalkan risiko efek samping.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Evaluasi terhadap efek terapeutik ekstrak Phaleria macrocarpa telah dilakukan melalui berbagai studi praklinis dan beberapa uji klinis terbatas. Studi-studi ini meneliti potensi aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, hipoglikemik, dan antikanker dari senyawa yang terkandung dalam tanaman tersebut. Meskipun hasil awal menunjukkan adanya efek positif, sebagian besar studi masih berada pada tahap awal dan memerlukan validasi lebih lanjut melalui uji klinis yang lebih besar dan terkontrol dengan baik.

Metodologi penelitian bervariasi, mulai dari studi in vitro (di laboratorium) yang menguji efek ekstrak pada sel-sel kanker, hingga studi in vivo (pada hewan percobaan) yang meneliti efek ekstrak pada model penyakit. Beberapa uji klinis kecil telah dilakukan untuk mengevaluasi efek ekstrak terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes, tetapi hasil yang diperoleh belum konsisten dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Keterbatasan dalam ukuran sampel, desain penelitian, dan standardisasi ekstrak yang digunakan menjadi tantangan dalam interpretasi hasil studi-studi ini.

Terdapat perdebatan mengenai dosis optimal, cara pemberian, dan potensi efek samping dari ekstrak Phaleria macrocarpa. Beberapa laporan kasus menunjukkan adanya efek samping seperti gangguan pencernaan dan reaksi alergi pada individu yang mengonsumsi ekstrak ini. Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai potensi interaksi dengan obat-obatan lain, terutama obat pengencer darah dan obat diabetes. Oleh karena itu, kehati-hatian dan konsultasi dengan profesional medis sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi ekstrak ini.

Masyarakat diimbau untuk terlibat secara kritis dengan bukti ilmiah yang ada dan tidak mengandalkan informasi yang belum terbukti kebenarannya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak Phaleria macrocarpa sebagai terapi komplementer atau alternatif. Diskusi terbuka dan kolaborasi antara peneliti, praktisi medis, dan masyarakat sangat penting untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenai potensi dan keterbatasan tanaman ini.