Ketahui 7 Manfaat Daun Dewandaru, Rahasia yang Wajib Kamu Intip!

Rabu, 20 Agustus 2025 oleh journal

Ekstrak dari dedaunan tanaman Dewandaru diyakini memiliki khasiat bagi kesehatan. Kegunaannya meliputi potensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Masyarakat tradisional memanfaatkan bagian tanaman ini untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan, meskipun penelitian ilmiah lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi secara komprehensif klaim-klaim tersebut.

Potensi terapeutik dari ekstrak dedaunan Dewandaru memang menjanjikan, terutama terkait kandungan antioksidan di dalamnya. Namun, penting untuk diingat bahwa penelitian yang ada masih terbatas dan belum sepenuhnya konklusif. Penggunaan secara tradisional perlu diimbangi dengan pemahaman ilmiah yang mendalam serta konsultasi medis sebelum benar-benar dimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif, ujar Dr. Amelia Putri, seorang ahli gizi klinis.

Ketahui 7 Manfaat Daun Dewandaru, Rahasia yang Wajib Kamu Intip!

Dr. Amelia Putri, Ahli Gizi Klinis.

Senyawa aktif seperti flavonoid dan polifenol yang terdapat dalam tanaman Dewandaru diduga berperan penting dalam memberikan efek perlindungan terhadap sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Sifat antiinflamasinya juga berpotensi meredakan peradangan. Meski demikian, dosis yang tepat dan efek samping jangka panjang masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penggunaan secara oral sebaiknya dibatasi dan diawasi oleh tenaga medis profesional untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan dengan obat-obatan lain atau kondisi kesehatan yang mendasari.

Manfaat Daun Dewandaru

Dedaunan Dewandaru menyimpan potensi khasiat yang beragam. Penelitian awal mengindikasikan adanya senyawa aktif yang berkontribusi pada kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang perlu diperhatikan:

  • Antioksidan
  • Antiinflamasi
  • Antimikroba
  • Menurunkan gula darah
  • Menjaga kesehatan jantung
  • Meningkatkan imunitas
  • Melindungi fungsi hati

Manfaat-manfaat tersebut bersumber dari kandungan senyawa bioaktif dalam daun Dewandaru. Sebagai contoh, aktivitas antioksidannya dapat membantu menetralkan radikal bebas, melindungi sel dari kerusakan. Efek antiinflamasi berpotensi meredakan peradangan kronis. Meski menjanjikan, penelitian komprehensif diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan daun Dewandaru sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan. Konsultasi dengan profesional medis tetap disarankan.

Antioksidan

Kehadiran senyawa antioksidan menjadi salah satu faktor kunci yang mendasari potensi khasiat dedaunan Dewandaru. Kemampuan antioksidan dalam menangkal radikal bebas memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan seluler dan perlindungan terhadap berbagai penyakit.

  • Perlindungan Seluler

    Radikal bebas, sebagai produk sampingan metabolisme dan paparan lingkungan, dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada sel-sel tubuh. Antioksidan yang terkandung di dalam dedaunan Dewandaru berperan menetralkan radikal bebas ini, mencegah kerusakan DNA, protein, dan lipid yang dapat memicu penyakit kronis.

  • Pencegahan Penyakit Degeneratif

    Kerusakan oksidatif berkontribusi pada perkembangan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker, dan Alzheimer. Dengan meredam efek radikal bebas, antioksidan dari dedaunan Dewandaru berpotensi mengurangi risiko penyakit-penyakit tersebut.

  • Peningkatan Sistem Kekebalan Tubuh

    Sistem kekebalan tubuh memerlukan perlindungan dari kerusakan oksidatif agar dapat berfungsi optimal. Antioksidan membantu menjaga integritas sel-sel imun, meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.

  • Perlambatan Proses Penuaan

    Stres oksidatif merupakan faktor utama dalam proses penuaan. Antioksidan dapat membantu memperlambat proses penuaan dengan melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas, menjaga fungsi organ dan vitalitas tubuh.

Dengan demikian, aktivitas antioksidan yang terdapat dalam dedaunan Dewandaru memberikan kontribusi penting dalam mendukung kesehatan secara menyeluruh. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa efektivitas dan keamanan penggunaan harus didukung oleh penelitian ilmiah yang lebih mendalam dan konsultasi dengan profesional medis.

Antiinflamasi

Sifat antiinflamasi yang terkandung dalam ekstrak dedaunan tanaman Dewandaru menjadi salah satu aspek krusial yang berkontribusi pada potensi manfaat kesehatan yang ditawarkan. Peradangan kronis merupakan akar dari berbagai penyakit serius, sehingga kemampuan meredakan peradangan memiliki implikasi yang luas.

  • Pengurangan Risiko Penyakit Kronis

    Peradangan kronis dikaitkan erat dengan penyakit jantung, diabetes tipe 2, arthritis, dan bahkan beberapa jenis kanker. Senyawa antiinflamasi dalam dedaunan Dewandaru berpotensi menekan respons peradangan berlebihan, membantu mengurangi risiko perkembangan penyakit-penyakit tersebut.

  • Peredaan Gejala Arthritis

    Arthritis, baik osteoarthritis maupun rheumatoid arthritis, ditandai dengan peradangan sendi yang menyebabkan nyeri dan kekakuan. Sifat antiinflamasi dapat membantu meredakan gejala-gejala ini, meningkatkan mobilitas, dan kualitas hidup penderita arthritis.

  • Dukungan Kesehatan Saluran Pencernaan

    Penyakit radang usus (IBD) seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Senyawa antiinflamasi dapat membantu mengendalikan peradangan, mengurangi gejala seperti nyeri perut, diare, dan perdarahan.

  • Perlindungan Terhadap Kerusakan Sel

    Peradangan dapat memicu kerusakan sel dan jaringan. Dengan mengurangi peradangan, senyawa aktif dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan proses inflamasi.

  • Peningkatan Fungsi Kognitif

    Penelitian menunjukkan bahwa peradangan kronis dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif dan meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Sifat antiinflamasi berpotensi melindungi otak dari kerusakan akibat peradangan, menjaga fungsi kognitif tetap optimal.

Dengan demikian, sifat antiinflamasi dalam dedaunan Dewandaru memiliki potensi signifikan dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. Meskipun demikian, perlu ditekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme kerja secara mendalam dan memastikan keamanan serta efektivitas penggunaan dalam jangka panjang.

Antimikroba

Aktivitas antimikroba merujuk pada kemampuan suatu zat untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur. Ekstrak dari tanaman Dewandaru menunjukkan potensi dalam menghambat perkembangan mikroorganisme patogen, yang menjadikannya area penelitian yang menarik dalam konteks pencarian sumber-sumber alami agen antimikroba. Senyawa-senyawa bioaktif tertentu yang terkandung di dalamnya diduga memiliki mekanisme kerja yang dapat merusak struktur sel mikroba, mengganggu metabolisme, atau menghambat replikasi. Potensi ini membuka peluang pemanfaatan dalam pengembangan pengobatan alternatif untuk infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme resisten terhadap antibiotik konvensional. Studi lebih lanjut, termasuk uji in vitro dan in vivo, diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas efek antimikroba tersebut, memahami mekanisme kerjanya secara rinci, serta mengevaluasi efektivitas dan keamanannya dalam aplikasi klinis.

Menurunkan Gula Darah

Kemampuan untuk memengaruhi kadar glukosa dalam darah menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian dalam penelitian terkait potensi terapeutik dari tanaman Dewandaru. Efek hipoglikemik, atau kemampuan menurunkan kadar gula darah, memiliki relevansi signifikan bagi individu yang berisiko atau menderita diabetes.

  • Peningkatan Sensitivitas Insulin

    Senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak daun Dewandaru diduga dapat meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin. Insulin merupakan hormon yang berperan penting dalam memfasilitasi penyerapan glukosa dari darah ke dalam sel. Peningkatan sensitivitas insulin memungkinkan sel-sel tubuh merespons insulin dengan lebih efektif, sehingga lebih banyak glukosa yang diserap dari darah dan kadar gula darah pun menurun.

  • Penghambatan Absorpsi Glukosa di Usus

    Beberapa studi in vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun Dewandaru dapat menghambat aktivitas enzim yang berperan dalam proses pencernaan karbohidrat dan penyerapan glukosa di usus. Dengan menghambat absorpsi glukosa, jumlah glukosa yang masuk ke aliran darah dapat dikurangi, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

  • Stimulasi Sekresi Insulin

    Meskipun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami, terdapat indikasi bahwa senyawa tertentu dalam daun Dewandaru dapat merangsang sel-sel beta pankreas untuk memproduksi dan melepaskan lebih banyak insulin. Peningkatan sekresi insulin akan membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan.

  • Efek Antioksidan pada Sel Beta Pankreas

    Sel-sel beta pankreas rentan terhadap kerusakan akibat stres oksidatif. Aktivitas antioksidan yang terdapat dalam ekstrak daun Dewandaru dapat melindungi sel-sel beta dari kerusakan, menjaga fungsi mereka dalam memproduksi insulin tetap optimal.

  • Pengaruh pada Metabolisme Glukosa di Hati

    Hati memainkan peran penting dalam regulasi kadar gula darah. Ekstrak daun Dewandaru berpotensi memengaruhi metabolisme glukosa di hati, misalnya dengan mengurangi produksi glukosa (glukoneogenesis) atau meningkatkan penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen.

Meskipun hasil penelitian awal menjanjikan, penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak daun Dewandaru sebagai agen penurun gula darah. Penggunaan sebagai terapi komplementer harus dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan profesional medis, terutama bagi individu yang sudah mengonsumsi obat-obatan antidiabetes.

Menjaga Kesehatan Jantung

Pemeliharaan kesehatan jantung merupakan aspek krusial dalam menjaga kualitas hidup secara menyeluruh. Berbagai penelitian awal mengindikasikan potensi senyawa bioaktif dalam tanaman Dewandaru yang dapat berkontribusi positif terhadap fungsi kardiovaskular. Mekanisme yang mendasari potensi manfaat ini melibatkan beberapa faktor kunci.

  • Pengaturan Tekanan Darah

    Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Senyawa tertentu dalam ekstrak Dewandaru diduga memiliki efek vasodilatasi, yaitu melebarkan pembuluh darah, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Pengaturan tekanan darah yang optimal mengurangi beban kerja jantung dan mencegah kerusakan pada dinding arteri.

  • Pengurangan Kadar Kolesterol

    Kadar kolesterol LDL ("kolesterol jahat") yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri (aterosklerosis), menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Penelitian awal menunjukkan potensi ekstrak Dewandaru dalam menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL ("kolesterol baik"), sehingga membantu mencegah pembentukan plak.

  • Pencegahan Pembentukan Gumpalan Darah

    Gumpalan darah yang terbentuk di arteri dapat menghambat aliran darah ke jantung atau otak, menyebabkan serangan jantung atau stroke. Beberapa studi in vitro menunjukkan bahwa ekstrak Dewandaru memiliki sifat antiplatelet, yaitu menghambat agregasi trombosit (sel darah yang berperan dalam pembentukan gumpalan darah), sehingga mengurangi risiko pembentukan gumpalan darah yang berbahaya.

  • Efek Antioksidan pada Jantung

    Jantung sangat rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan selama metabolisme energi. Aktivitas antioksidan yang terdapat dalam ekstrak Dewandaru dapat melindungi sel-sel jantung dari kerusakan oksidatif, menjaga fungsi jantung tetap optimal.

  • Pengurangan Peradangan Kardiovaskular

    Peradangan kronis berperan penting dalam perkembangan aterosklerosis dan penyakit jantung lainnya. Senyawa antiinflamasi yang terkandung dalam ekstrak Dewandaru berpotensi menekan respons peradangan di pembuluh darah dan jantung, membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.

  • Peningkatan Fungsi Endotel

    Endotel adalah lapisan sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Fungsi endotel yang sehat penting untuk menjaga kelenturan pembuluh darah dan mengatur aliran darah. Ekstrak Dewandaru diduga dapat meningkatkan fungsi endotel, memperbaiki kemampuan pembuluh darah untuk berelaksasi dan berkontraksi dengan baik.

Berbagai potensi manfaat yang disebutkan di atas mengindikasikan bahwa Dewandaru memiliki potensi sebagai bagian dari strategi komprehensif dalam menjaga kesehatan jantung. Akan tetapi, penting untuk dicatat bahwa penelitian yang ada masih terbatas dan belum sepenuhnya konklusif. Diperlukan uji klinis yang lebih besar dan terstruktur dengan baik untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan Dewandaru dalam mencegah dan mengobati penyakit jantung. Konsultasi dengan profesional medis tetap merupakan langkah krusial sebelum memanfaatkan tanaman ini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.

Meningkatkan Imunitas

Kemampuan sistem imun untuk melindungi tubuh dari serangan patogen menjadi fondasi kesehatan. Senyawa yang berpotensi memodulasi respons imun menjadi target penelitian, termasuk eksplorasi komponen bioaktif yang terdapat dalam tanaman Dewandaru. Peningkatan imunitas, dalam konteks ini, merujuk pada penguatan sistem pertahanan tubuh melalui mekanisme yang kompleks.

  • Stimulasi Produksi Sel Imun

    Senyawa tertentu diduga dapat memicu peningkatan produksi sel-sel imun, seperti limfosit T dan B, serta sel NK (Natural Killer). Peningkatan jumlah sel-sel ini memperkuat kemampuan tubuh dalam mengidentifikasi dan menghancurkan sel-sel yang terinfeksi atau abnormal.

  • Peningkatan Aktivitas Sel Imun

    Tidak hanya meningkatkan jumlah, beberapa senyawa juga berpotensi meningkatkan aktivitas sel-sel imun yang ada. Contohnya, peningkatan aktivitas fagositosis (kemampuan sel untuk menelan dan menghancurkan patogen) oleh makrofag, atau peningkatan sitotoksisitas (kemampuan membunuh sel target) oleh sel NK.

  • Modulasi Produksi Sitokin

    Sitokin merupakan molekul sinyal yang penting dalam komunikasi antar sel imun. Beberapa senyawa dapat memodulasi produksi sitokin pro-inflamasi (yang memicu peradangan) dan sitokin anti-inflamasi (yang meredakan peradangan), sehingga menciptakan respons imun yang lebih seimbang dan efektif.

  • Peningkatan Produksi Antibodi

    Antibodi merupakan protein yang dihasilkan oleh sel B untuk menargetkan dan menetralkan patogen spesifik. Beberapa senyawa berpotensi meningkatkan produksi antibodi, memberikan perlindungan jangka panjang terhadap infeksi yang pernah dialami sebelumnya.

  • Perlindungan Terhadap Kerusakan Oksidatif pada Sel Imun

    Sel-sel imun rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan selama respons imun. Senyawa antioksidan dapat melindungi sel-sel imun dari kerusakan, menjaga fungsi mereka tetap optimal.

  • Peningkatan Fungsi Barrier Fisik

    Beberapa senyawa dapat memperkuat fungsi barrier fisik tubuh, seperti kulit dan selaput lendir, yang merupakan garis pertahanan pertama terhadap patogen. Contohnya, peningkatan produksi mukus (lendir) di saluran pernapasan untuk menjebak dan mengeluarkan patogen.

Penguatan sistem imun melalui mekanisme-mekanisme di atas berpotensi memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai infeksi, mengurangi risiko penyakit kronis yang terkait dengan disfungsi imun, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Meskipun demikian, penting untuk ditekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan senyawa-senyawa tersebut dalam meningkatkan imunitas, serta memahami interaksi kompleks antara senyawa-senyawa tersebut dengan sistem imun.

Melindungi Fungsi Hati

Perlindungan terhadap organ hati merupakan aspek signifikan dalam potensi kegunaan dedaunan Dewandaru. Hati, sebagai organ vital dengan peran sentral dalam metabolisme, detoksifikasi, dan sintesis protein, rentan terhadap berbagai faktor yang dapat menyebabkan kerusakan. Aktivitas tertentu dalam ekstrak tanaman ini diyakini berkontribusi pada pemeliharaan kesehatan hati melalui beberapa mekanisme:

  • Aktivitas Antioksidan

    Hati terpapar secara konstan pada radikal bebas yang dihasilkan selama proses metabolisme dan detoksifikasi. Senyawa antioksidan yang terkandung dalam dedaunan Dewandaru berpotensi menetralkan radikal bebas ini, mengurangi stres oksidatif dan melindungi sel-sel hati (hepatosit) dari kerusakan.

  • Efek Antiinflamasi

    Peradangan kronis pada hati, seperti yang terjadi pada hepatitis, dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan fibrosis (pembentukan jaringan parut). Sifat antiinflamasi yang dimiliki dapat membantu meredakan peradangan, meminimalkan kerusakan sel dan mencegah perkembangan fibrosis.

  • Peningkatan Detoksifikasi

    Hati bertanggung jawab untuk menetralkan dan mengeluarkan berbagai zat beracun dari tubuh. Beberapa studi awal mengindikasikan potensi senyawa dalam dedaunan Dewandaru untuk meningkatkan aktivitas enzim detoksifikasi di hati, memfasilitasi eliminasi racun dan mengurangi beban kerja organ tersebut.

  • Pencegahan Perlemakan Hati

    Perlemakan hati (fatty liver disease) merupakan kondisi di mana terjadi penumpukan lemak berlebihan di dalam sel-sel hati. Ekstrak dedaunan Dewandaru berpotensi membantu mencegah atau mengurangi perlemakan hati dengan memengaruhi metabolisme lipid dan mencegah akumulasi lemak di hati.

  • Regenerasi Sel Hati

    Hati memiliki kemampuan regenerasi yang unik. Beberapa senyawa diduga dapat merangsang regenerasi sel-sel hati yang rusak, membantu memulihkan fungsi organ tersebut setelah mengalami cedera.

  • Perlindungan Terhadap Hepatotoksin

    Hepatotoksin adalah zat-zat yang dapat menyebabkan kerusakan hati, seperti alkohol, obat-obatan tertentu, dan bahan kimia industri. Ekstrak tanaman ini berpotensi memberikan perlindungan terhadap efek toksik hepatotoksin dengan memodulasi jalur metabolisme atau meningkatkan pertahanan antioksidan hati.

Dengan demikian, berbagai mekanisme potensial tersebut mengindikasikan bahwa pemanfaatan dedaunan Dewandaru dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga kesehatan dan melindungi fungsi hati. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa penelitian yang ada masih bersifat awal dan diperlukan penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis yang terstruktur dengan baik, untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaannya secara komprehensif. Konsultasi dengan profesional medis tetap merupakan langkah yang bijak sebelum memanfaatkan tanaman ini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan hati.

Tips Pemanfaatan Optimal Potensi Dewandaru

Pemanfaatan tanaman Dewandaru, khususnya bagian dedaunannya, memerlukan pendekatan yang bijaksana dan berbasis informasi. Berikut adalah beberapa panduan untuk memaksimalkan potensi manfaatnya dengan tetap mengutamakan keamanan:

Tip 1: Identifikasi dan Verifikasi
Pastikan identifikasi tanaman Dewandaru dilakukan dengan tepat. Konsultasikan dengan ahli botani atau sumber terpercaya untuk menghindari kesalahan identifikasi dengan tanaman lain yang mungkin memiliki efek berbeda. Verifikasi keaslian sumber sangat penting.

Tip 2: Konsultasi Medis
Sebelum mengonsumsi atau menggunakan ekstrak daunnya sebagai bagian dari perawatan kesehatan, konsultasikan dengan dokter atau ahli herbal yang kompeten. Interaksi dengan obat-obatan lain atau kondisi kesehatan yang mendasari perlu dipertimbangkan secara serius.

Tip 3: Perhatikan Dosis dan Cara Pengolahan
Dosis yang tepat sangat krusial. Mulailah dengan dosis rendah dan amati respons tubuh. Cara pengolahan juga memengaruhi kandungan senyawa aktif. Rebusan, ekstrak, atau sediaan lain memerlukan perhatian khusus terhadap suhu dan waktu untuk menjaga kualitas.

Tip 4: Pantau Efek Samping
Perhatikan setiap perubahan atau efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi. Jika muncul reaksi alergi, gangguan pencernaan, atau gejala lain yang tidak biasa, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan profesional medis.

Tip 5: Kombinasikan dengan Gaya Hidup Sehat
Pemanfaatan potensi tanaman ini sebaiknya diintegrasikan dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Pola makan seimbang, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan pengelolaan stres akan memaksimalkan manfaatnya bagi kesehatan.

Pemanfaatan yang cermat, didasarkan pada informasi yang akurat dan konsultasi medis, akan membantu memaksimalkan potensi positif tanaman Dewandaru sembari meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Pendekatan holistik terhadap kesehatan tetap menjadi kunci utama.

Scientific Evidence and Case Studies

Investigasi ilmiah mengenai potensi terapeutik ekstrak tanaman Dewandaru telah memunculkan beberapa studi kasus yang menarik. Sebuah studi in vitro yang diterbitkan dalam "Journal of Ethnopharmacology" meneliti aktivitas antioksidan dari ekstrak metanolik dedaunan tanaman tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki kemampuan signifikan dalam menangkal radikal bebas DPPH, mengindikasikan adanya potensi perlindungan terhadap kerusakan sel akibat stres oksidatif.

Metodologi studi ini melibatkan ekstraksi senyawa dari daun menggunakan metanol, diikuti dengan serangkaian pengujian untuk mengukur kemampuan antioksidannya. Sementara temuan ini menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa studi in vitro memiliki keterbatasan dalam mereplikasi kondisi kompleks dalam tubuh manusia. Studi lebih lanjut, termasuk uji in vivo dan uji klinis, diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan ekstrak tersebut dalam aplikasi klinis.

Terdapat perdebatan mengenai senyawa aktif spesifik yang bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan yang diamati. Beberapa peneliti berpendapat bahwa flavonoid dan polifenol yang terkandung dalam daun Dewandaru berperan utama, sementara yang lain berpendapat bahwa senyawa lain mungkin juga berkontribusi. Identifikasi senyawa aktif spesifik dan mekanisme kerjanya akan membantu dalam pengembangan sediaan farmasi yang lebih terarah.

Pembaca didorong untuk secara kritis mengevaluasi bukti ilmiah yang tersedia dan mempertimbangkan keterbatasan studi yang ada. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami potensi terapeutik dan risiko yang terkait dengan pemanfaatan ekstrak dari tanaman Dewandaru.